Atasi Karhutla Kalimantan, TNI Kembali Kerahkan Pesawat Tambahan untuk Dukung Operasi BNPB

Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali memperkuat jajaran Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan Kalimantan dan Lahan (Satgas Karhutla) di Kalimantan. Menanggapi eskalasi titik api yang terus meningkat, Mabes TNI mengirimkan tambahan armada pesawat angkut untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam operasi pemadaman dan modifikasi cuaca.

Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca (TMC)

Pengerahan armada udara ini difokuskan untuk mendukung Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau pembuatan hujan buatan. Pesawat jenis C-130 Hercules dan CN-295 milik TNI Angkatan Udara telah disiagakan di beberapa pangkalan udara strategis, termasuk Lanud Supadio (Pontianak) dan Lanud Sjamsudin Noor (Banjarmasin).

Pesawat-pesawat ini bertugas menyemai garam (NaCl) di awan-awan potensial di atas wilayah yang terdampak kebakaran hebat. Langkah ini dinilai paling efektif untuk membasahi lahan gambut yang kering dan sulit dijangkau oleh petugas pemadam darat.

“Penyebaran garam dilakukan secara intensif sesuai arahan dan koordinasi dengan BMKG serta BNPB. Target kita adalah menciptakan hujan buatan guna menurunkan suhu di area kebakaran dan membasahi lapisan bawah gambut,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI dalam keterangan persnya.

Sinergi TNI dan BNPB di Garis Depan

Bantuan TNI tidak hanya terbatas pada armada udara. Selain pesawat untuk TMC, TNI juga mengerahkan pesawat angkut logistik untuk mendistribusikan perlengkapan pemadam, pompa air, hingga bantuan makanan bagi ribuan personel yang bertugas di lapangan.

Kepala BNPB mengapresiasi dukungan penuh dari TNI. Menurutnya, bantuan pesawat ini sangat krusial mengingat luasnya cakupan wilayah kebakaran di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang kini berstatus siaga darurat.

“Kehadiran pesawat TNI sangat membantu mobilitas kami. Tantangan terbesar di Kalimantan adalah akses jalan darat yang terbatas, sehingga dukungan udara dari TNI menjadi kunci utama keberhasilan pemadaman,” ungkap pihak BNPB.

Fokus pada Titik Api di Lahan Gambut

Saat ini, fokus utama tim gabungan adalah memadamkan api di kawasan lahan gambut. Kebakaran di lahan jenis ini dikenal sangat sulit dipadamkan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah hingga kedalaman beberapa meter, menciptakan kepulan asap tebal yang memicu polusi udara hebat.

Operasi udara ini diharapkan mampu mengurangi kepekatan kabut asap yang mulai mengganggu jadwal penerbangan sipil dan kesehatan masyarakat di kota-kota besar seperti Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.

Komitmen Operasi Militer Selain Perang

Pengerahan personel dan alutsista TNI dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP). TNI berkomitmen untuk terus menyiagakan kekuatannya hingga kondisi cuaca membaik atau curah hujan mulai stabil.

“Seluruh prajurit dan aset yang dikirim akan tetap berada di lokasi hingga situasi benar-benar terkendali. Kami tidak akan menarik pasukan sebelum asap hilang dan masyarakat kembali bisa menghirup udara bersih,” tegas Kapuspen TNI.

Hingga pagi ini, pantauan satelit menunjukkan penurunan jumlah hotspot di beberapa titik berkat kombinasi pemadaman darat, water bombing, dan hujan buatan yang dipicu oleh penyemaian garam dari pesawat TNI. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan adanya oknum yang sengaja membakar lahan di wilayah mereka.